🔗 Alur: Cost of Sales ← Halaman ini → CR/GS
Halaman Fiscal merupakan tahap konfigurasi fiskal setelah seluruh komponen biaya diisi. Parameter yang diatur di halaman ini, mulai dari metode depresiasi, tingkat pajak, inflasi, hingga mode NPV, berlaku untuk seluruh perhitungan keekonomian proyek, sehingga setiap perubahan di halaman ini berdampak pada hasil akhir secara signifikan.
Halaman ini menyesuaikan tampilannya berdasarkan tipe kontrak yang dipilih di General.
Jika parameter pada halaman Fiscal dibiarkan kosong, sistem menggunakan nilai berikut:
| Parameter |
Default |
| Tax mode |
Single value |
| Tax rate |
42% |
| Tax of PSC-CR |
Pre PDJP No.20 Tahun 2017 |
| Depreciation Method |
PSC Declining Balance |
| Decline Factor |
2 |
| Inflation rate |
0% |
| VAT rate |
12% |
| VAT Discount |
0% |
| LBT Discount |
0% |
| NPV mode |
Full Cycle Nominal Terms |
| Discounting mode |
End Year |
| Sulfur Revenue |
Reduction to Oil OPEX |
| Electricity Revenue |
Addition to Gas Revenue |
| CO2 Revenue |
Reduction to Gas OPEX |
| Profitability Index (discounted) |
Aktif |
| Sum undepreciated cost |
Aktif |
| Gross Split Regime |
Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2020 |
-
Tax mode — dropdown pemilihan mode pajak. Opsi:
- Single value — satu tarif pajak untuk seluruh tahun proyek
- Multi value — tarif pajak berbeda per tahun (diinput melalui tabel)
- Nailed Down — tarif pajak difiksasi berdasarkan tahun mulai proyek. Tarif yang dipakai ditentukan oleh start year proyek terhadap konfigurasi tarif berikut:
- Start year ≥ 2020 → tarif 40% untuk seluruh tahun
- Start year < 2020 → tarif 44% untuk seluruh tahun
- Prevailing — tarif pajak bervariasi per tahun berdasarkan peraturan yang berlaku. Konfigurasi tarif yang diterapkan:
- Tahun ≥ 2020 → 40%
- Tahun ≥ 2016 → 42%
- Tahun ≥ 2013 → 44%
- Tahun < 2013 → 44%
-
Tax rate, % — tarif pajak penghasilan dalam persen (default: 42%). Untuk mode Multi value, tarif awal 42% dan baris tabel default: tahun saat ini dengan tarif 40%. Untuk mode Nailed Down dan Prevailing, input ini tidak berlaku karena tarif ditentukan otomatis oleh sistem berdasarkan konfigurasi tahun di atas.
-
Tax of PSC-CR — dropdown mekanisme perpajakan untuk kontrak Cost Recovery. Hanya tampil jika kontrak adalah Cost Recovery. Opsi:
- Pre PDJP No.20 Tahun 2017 (default) — bagian pemerintah dari FTP shared tidak dikenakan pajak. Pajak aktif ketika contractor share > 0, dengan akumulasi taxable income dari tahun-tahun sebelumnya
- PDJP No.20 Tahun 2017 — bagian pemerintah dari FTP shared dikenakan pajak. Pajak dihitung dari dua komponen: porsi FTP yang melebihi unrecovered cost, dan equity to split
- Direct Mode — pajak dihitung langsung atas seluruh taxable income tanpa mempertimbangkan FTP
Penjelasan rinci mekanisme perhitungan masing-masing opsi tersedia di halaman FTP — Perlakuan Pajak.
- Depreciation Method — dropdown pemilihan metode depresiasi aset capital. Opsi:
- PSC Declining Balance (default) — metode declining balance khusus PSC dengan faktor penurunan tetap
- Declining Balance (DB) — metode saldo menurun dengan faktor penurunan yang dapat diatur
- Straight Line (SL) — metode garis lurus
- Unit Of Production (UOP) — metode berdasarkan unit produksi
- Decline Factor — faktor penurunan untuk metode Declining Balance (default: 2). Hanya tampil jika metode DB atau PSC DB dipilih.
Metode yang dipilih berlaku untuk seluruh aset di halaman Capital. Penjelasan rinci masing-masing metode tersedia di halaman Depreciation.
- Inflation mode — dropdown. Opsi:
- Single value — satu tarif inflasi untuk seluruh tahun proyek
- Multi value — tarif inflasi berbeda per tahun (diinput melalui tabel)
- Inflation rate, % — tingkat inflasi tahunan dalam persen (default: 0%).
Mekanisme perhitungan inflasi:
Inflasi diterapkan sebagai multiplier pada biaya. Untuk setiap komponen biaya yang dikeluarkan pada tahun tertentu, nilai biaya di-escalate dari year inflation (tahun referensi inflasi) hingga tahun biaya tersebut dikeluarkan. Formula:
Cadj,t=Ct×k=tinfl+1∏texp(1+πk)
Keterangan:
- Cadj,t = biaya setelah penyesuaian inflasi tahun t [MUSD]
- Ct = biaya dasar sebelum inflasi [MUSD]
- tinfl = tahun referensi inflasi (year inflation)
- texp = tahun pengeluaran biaya (expense year)
- πk = tarif inflasi tahun ke-k [desimal]
- ∏ = produk kumulatif dari tinfl+1 hingga texp
Sebagai contoh: jika sebuah biaya senilai 100 MUSD dikeluarkan pada tahun 2025 dengan year inflation = 2023 dan tarif inflasi 3%/tahun, maka:
- Tahun 2024: 100 × 1.03 = 103
- Tahun 2025: 103 × 1.03 = 106.09
Sehingga biaya yang digunakan dalam perhitungan adalah 106.09 MUSD.
Penerapan inflasi:
Inflasi tidak diterapkan ke seluruh biaya secara otomatis. Pengguna memilih komponen mana yang terkena inflasi melalui dropdown Inflation Rate Applied to di halaman General. Opsi:
- CAPEX — inflasi hanya diterapkan pada biaya tangible (Capital) dan intangible
- OPEX — inflasi hanya diterapkan pada biaya operasional (Opex)
- CAPEX AND OPEX — inflasi diterapkan pada Capital, Intangible, dan Opex
Biaya ASR, LBT, dan Cost of Sales tidak terpengaruh oleh inflasi, hanya komponen yang dipilih melalui opsi di atas.
- VAT mode — dropdown. Opsi:
- Single value — satu tarif PPN untuk seluruh tahun
- Multi value — tarif PPN berbeda per tahun
- VAT rate, % — tarif PPN dalam persen (default: 12%).
- VAT Discount, % — persentase diskon yang mengurangi jumlah PPN yang dibayarkan (default: 0%).
- LBT Discount, % — persentase diskon yang mengurangi jumlah pajak LBT yang dibayarkan (default: 0%).
- NPV mode — dropdown. Opsi:
- SKK Full Cycle Real Terms
- SKK Full Cycle Nominal Terms
- Full Cycle Real Terms
- Full Cycle Nominal Terms (default)
- Point Forward
- Discounting mode — dropdown. Opsi:
- End Year (default)
- Mid Year
Kedua parameter ini bekerja bersama dengan Discount Rate, % dan Discount Rate Start Year yang diatur di halaman General. Penjelasan indikator NPV tersedia di Economic Indicators.
Tiga dropdown untuk pendapatan di luar produksi utama. Opsi untuk masing-masing:
- Addition to Oil Revenue
- Addition to Gas Revenue
- Reduction to Oil OPEX
- Reduction to Gas OPEX
Parameter:
- Sulfur Revenue — pendapatan dari penjualan sulfur (default: Reduction to Oil OPEX)
- Electricity Revenue — pendapatan dari penjualan listrik (default: Addition to Gas Revenue)
- CO2 Revenue — pendapatan dari penjualan karbon dioksida (default: Reduction to Gas OPEX)
- Calculate Profitability Index with Discounted method — checkbox (default: aktif). Apabila aktif, Profitability Index dihitung menggunakan metode discounted (DPI), bukan PI standar.
- Sum undepreciated cost — checkbox (default: aktif). Apabila aktif, nilai aset yang belum terdepresiasi dijumlahkan dan ditampilkan dalam hasil.
- Gross Split Regime — dropdown peraturan yang berlaku (default: Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2020). Opsi:
- PERMEN ESDM No. 8/2017
- PERMEN ESDM No. 52/2017
- PERMEN ESDM No. 20/2019
- PERMEN ESDM No. 12/2020
- PERMEN ESDM No. 13/2024
- Transferred Unrec. Cost — biaya unrecovered yang ditransfer dari proyek sebelumnya (default: 0). Hanya tampil pada kontrak Transition.
🔗 Alur: Cost of Sales ← Halaman ini → CR/GS